KABARBUANA.COM - Hal unik teradi di Polrestabes Medan. Seorang pria merayakan anniversary laporannya yang tak kunjung diproses selama 4 tahun.
Seorang pria bernama Wangsa (48) mendatangi Polrestabes Medan sambil membawa kue ulang tahun. Ia membrikan kue ulang tahun tersebut kepada petugas piket yang diperuntukannya ke penyidik.
Anniversary biasanya menjadi perayaan untuk mengenang hari pernikahan dan menjadi momen yang bahagia.
Baca Juga: Kurang Percaya Diri? Belajar Membangun Kepercayaan Diri dalam Ajaran Islam
Namun perayaan anniversary yang dilakukan wangsa justru akibat dari kekecewaanya terhadap pelayanan di Polrestabes Medan.
Dalam video yang diunggah di Instagram oleh akun @flashzone.id, terlihat Wangsa bersama beberapa orang mendatangi Polrsetabes Medan sambil membawa kue ulang tahun.
Wangsa mengungkapkan kekecewaanya terhadap pihak penyidik kepolisian karena sudah 4 tahun laporan yang dibuat istrinya tak kunjung diproses.
Wangsa mengatakan kepada petugas piket, jika istrinya telah membuat laporan tentang kasus penipuan dan penggelapan sejak 8 Maret 2019.
Baca Juga: Setelah Shopee, Kini Giliran GOTO Lakukan PHK Massal Terhadap Karyawannya
Ia merasa kecewa terhadap Polrestabes Medan, karena sampai dengan 4 tahun tersangka belum juga ditangkap.
Kue ulang tahun yang dibawa wangsa juga lengkap dengan lilin yang berjumlah 4 buah. Itu menunjukan lama waktu laporannya belum juga diproses.
Video tersebut menuai berbagai reaksi dari netizen. Sebagian besar netizen merasa kecewa dengan kinerja kepoisian.
Tindakan yang dilakukan oleh Wangsa tersebut banyak mendapat dukungan dari netizen. Bahkan ada yang mengatakan, harus viral dulu agar kasusnya diproses.
===
Artikel Terkait
Semakin Dikenal Dunia, Inilah Anggota Para Pemuda Pandawara Group!
Pengemudi Mobil yang Tabrak Pemuda Bercelurit Diberi Penghargaan
Breaking News! Terbukti Konsumsi Sabu, Ammar Zoni Kembali Diciduk Polisi
Modusnya Terbongkar, Rafael Alun Pakai Nama Kakak pada Rubicon Miliknya untuk Menghindari Pajak
7 Fakta Baru yang Mencengangkan Terungkap Setelah Rekonstruksi Kasus Penganniayaan David